Presepsi Terhadap Penilaiaan Mayoritas
Sering kali saya
kerap terbawa emosional melihat peristiwa-peristiwa pada negeri ini bahkan,
dalam hitungan menit apabila kita aktif
berkecimpung mengenai kabar melalui media informasi. Akan tetapi, ada
hal yang baru saya pahami sejak sekian lama. Hal tersebut adalah kinerja
pemerintah. Terkait kinerja pemerintah
ini, dulu saya masih terjerebak dalam prasangka buruk tentang kurang
berhasilnya kinerja pemerintah dalam membangun negeri ini menjadi negara yang
maju. Presepsi ini tumbuh ketika sebelum memasuki dunia perkuliahan, sama
halnya dengan presepsi masyarakat pada umumnya. Sejak saya menekuni sebagai
salah satu aktifis kampus, baru menyadari bahwa dalam merealisasikan suatu
program kerja itu ternyata tidak mudah. Banyak sekali kendala-kendala, mulai
dari faktor internal maupun eksternal. Organisasi itu seperti halnya di
pemerintahaan, pasti akan lebih banyak tantangan dan ancaman yang datang.
Presepsi Terhadap Perilaku Mayoritas
Masih berkaitan
mengenai penilaiaan masyarakat mayoritas yang tergolong kaum menengah ke bawah.
Ketika pemerintahan pun sudah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, belum
tentu masyarakat mampu memberikan hal yang positif mengenai itu. Tingkat
pendidikan kaum menengah ke bawah rata-rata kurang dari sistim pembelajaran
Sembilan tahun yang diterapkan pemerintah. Ini bisa memberikan pengaruh buruk.
Sering kita ketahui banyak fasilitas umum yang tidak digunakan dengan baik, dan
pemeliharan semestinya. Apalagi perilaku anarkis dari dampak domonstran, aksi
tawuran, dan perilaku tidak bertanggung jawab lainya. Negeri ini saya yakin
mampu dibangun dan sangat maju tetapi, apakah yakin akan tetap bisa
dipertahankan label “Negara Maju” apabila masih bersikap frontal?
Jadi, sebaiknya
sebelum kita berbicara untuk mengkritik sesuatu maka pandanglah diri kita
dahulu, sudah benarkah saya? Karena sikap dan perilaku suatu bangsa merupakan
cerminan kepribadian bangsa.
Idealnya Pemimpin
Sesungguhnya
kalian tahu, bahwa hati seorang pemimpin itu ada digenggaman Tuhan. Arti kata bahwa, baik atau tidaknya
pemimpin relative kepada ketaqwaan mereka yang dipimpin terhadap Tuhan. Adapun kriteria
seorang pemimpin memiliki sifat adil dan jujur dalam berkata terutama dalam
mengemban kepercayaan yang dipimpin, cerdas strategi dan jernih pemikirannya,
taat dalam urusan agamanya, dan lembut hatinya. Jika masyarakat merasa sekian
poin tersebut ada pada calon para pemimpin maka, setelah ia terpilih pasti akan
aman negeri ini. Serta, pemimpin itu harus bisa member tauladan kepada orang
yang dipimpinnya, dan bisa mengayominya. Oleh karena itu, rakyat punya andil
besar dalam menentukan pemimpin untuk membawa mereka menuju lebih baik atau
sebaliknya. Demikian pada negeri ini, sosok pemimpin sangat dibutuhkan diera
modern.
Pendidikan Generasi Penerus
Dampak
buruk dari negara berkembang yang mayoritas warganya menengah kebawah adalah pencapaian
pendidikan. “Sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa, pendidikan tinggi
merupakan
kelanjutkan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk
menyiapkan
peserta didik menjadi anggota masyakarat yang memiliki
kemampuan
akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan,
mengembangkan,
dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan/atau
kesenian.
Kenyataannya,
praktek penyelenggaraan pendidikan tinggi di negeri ini, harus
diakui, masih
jauh dari yang diharapkan.” (Kompas.com)
Sebenarnya
prinsip ini pernah digagaskan oleh presiden pertama kita. Beliau bermaksud
menciptakan sumber daya manusia yang cerdas barulah kita diperkenankan untuk
mengolah sumberdaya alam negri ini agar nantinya generasi selanjutnya (kita)
bisa merasakan betapa kayanya negeri kita ini. Kini apalah daya, gunung emas di
ufuk timur telah diangkut ke negeri barat dan lautan minyak bumi pertiwi sudah
mendangkal.
Wahai para
pahlawan tanah air, bangsamu kini mulai cerdas. Medali emas olimpiade bisa kami
raih. Kini kami bagaikan orang cerdas memelas kasih orang
Titik Temu Persoalan
Dewasa ini, saya
baru menyadari keadaan lingkungan tanah air ini. Saya belajar dari banyak hal,
mulai dari biografi tokoh, media televisi, media cetak, dan media internet
tentang banyak hal selain media belajar di sekolah hingga jenjang perkuliahan.
Saya sangat tertarik sekali dengan bapak proklamator kita, Ir. Soekarno yang
terkenal akan ketegasannya dalam memimpin negeri ini. Keteguhan prinsip,
berani, dan percaya diri merupakan ciri khas beliau yang sangat disegani
dikalangan negara-negara lainya termasuk negara adidaya atau Amerika Serikat.
Menakjubkkannya lagi yaitu kita dulu masih tergolong negara baru yang belum
memiliki tatanan dan perlengkapan yang kompleks, dan dukungan dari banyak
negara seperti sekarang tapi mampu menjadi sorotan dari negara-negara lainnya.
Namun sekarang,
apa yang bisa dibanggakan setalah 68 tahun sesudah proklamasi kemerdekaan. Hari
ini 17 Agustus 2013, mari kita tekadkan dan tanamkan pada hati kita yang paling
dalam untuk berupaya selalu memberikan yang terbaik dari diri kita selaku warga
negara Republik Indonesia. Jangan pernah mengeluh atas dasar apa yang negara
berikan kepada kita akan tetapi, berfikirlah atas apa yang telah kita berikan
untuk kemajuan negeri ini!
Tanah Air
Pertiwi, Tanggung Jawab Kami!!






0 komentar:
Posting Komentar