Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ungkapanku untuk Negeri Ini



Presepsi Terhadap Penilaiaan Mayoritas
Sering kali saya kerap terbawa emosional melihat peristiwa-peristiwa pada negeri ini bahkan, dalam hitungan menit apabila kita aktif  berkecimpung mengenai kabar melalui media informasi. Akan tetapi, ada hal yang baru saya pahami sejak sekian lama. Hal tersebut adalah kinerja pemerintah.  Terkait kinerja pemerintah ini, dulu saya masih terjerebak dalam prasangka buruk tentang kurang berhasilnya kinerja pemerintah dalam membangun negeri ini menjadi negara yang maju. Presepsi ini tumbuh ketika sebelum memasuki dunia perkuliahan, sama halnya dengan presepsi masyarakat pada umumnya. Sejak saya menekuni sebagai salah satu aktifis kampus, baru menyadari bahwa dalam merealisasikan suatu program kerja itu ternyata tidak mudah. Banyak sekali kendala-kendala, mulai dari faktor internal maupun eksternal. Organisasi itu seperti halnya di pemerintahaan, pasti akan lebih banyak tantangan dan ancaman yang datang.

Presepsi Terhadap Perilaku Mayoritas
Masih berkaitan mengenai penilaiaan masyarakat mayoritas yang tergolong kaum menengah ke bawah. Ketika pemerintahan pun sudah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, belum tentu masyarakat mampu memberikan hal yang positif mengenai itu. Tingkat pendidikan kaum menengah ke bawah rata-rata kurang dari sistim pembelajaran Sembilan tahun yang diterapkan pemerintah. Ini bisa memberikan pengaruh buruk. Sering kita ketahui banyak fasilitas umum yang tidak digunakan dengan baik, dan pemeliharan semestinya. Apalagi perilaku anarkis dari dampak domonstran, aksi tawuran, dan perilaku tidak bertanggung jawab lainya. Negeri ini saya yakin mampu dibangun dan sangat maju tetapi, apakah yakin akan tetap bisa dipertahankan label “Negara Maju” apabila masih bersikap frontal?
Jadi, sebaiknya sebelum kita berbicara untuk mengkritik sesuatu maka pandanglah diri kita dahulu, sudah benarkah saya? Karena sikap dan perilaku suatu bangsa merupakan cerminan kepribadian bangsa.




Idealnya Pemimpin
Sesungguhnya kalian tahu, bahwa hati seorang pemimpin itu ada digenggaman Tuhan.        Arti kata bahwa, baik atau tidaknya pemimpin relative kepada ketaqwaan mereka yang dipimpin terhadap Tuhan. Adapun kriteria seorang pemimpin memiliki sifat adil dan jujur dalam berkata terutama dalam mengemban kepercayaan yang dipimpin, cerdas strategi dan jernih pemikirannya, taat dalam urusan agamanya, dan lembut hatinya. Jika masyarakat merasa sekian poin tersebut ada pada calon para pemimpin maka, setelah ia terpilih pasti akan aman negeri ini. Serta, pemimpin itu harus bisa member tauladan kepada orang yang dipimpinnya, dan bisa mengayominya. Oleh karena itu, rakyat punya andil besar dalam menentukan pemimpin untuk membawa mereka menuju lebih baik atau sebaliknya. Demikian pada negeri ini, sosok pemimpin sangat dibutuhkan diera modern.

Pendidikan Generasi Penerus
Dampak buruk dari negara berkembang yang mayoritas warganya menengah kebawah adalah pencapaian pendidikan. “Sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa, pendidikan tinggi
merupakan kelanjutkan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk
menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyakarat yang memiliki
kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan,
mengembangkan, dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan/atau kesenian.
Kenyataannya, praktek penyelenggaraan pendidikan tinggi di negeri ini, harus
diakui, masih jauh dari yang diharapkan.” (Kompas.com)
Sebenarnya prinsip ini pernah digagaskan oleh presiden pertama kita. Beliau bermaksud menciptakan sumber daya manusia yang cerdas barulah kita diperkenankan untuk mengolah sumberdaya alam negri ini agar nantinya generasi selanjutnya (kita) bisa merasakan betapa kayanya negeri kita ini. Kini apalah daya, gunung emas di ufuk timur telah diangkut ke negeri barat dan lautan minyak bumi pertiwi sudah mendangkal.
Wahai para pahlawan tanah air, bangsamu kini mulai cerdas. Medali emas olimpiade bisa kami raih. Kini kami bagaikan orang cerdas memelas kasih orang
Titik Temu Persoalan
Dewasa ini, saya baru menyadari keadaan lingkungan tanah air ini. Saya belajar dari banyak hal, mulai dari biografi tokoh, media televisi, media cetak, dan media internet tentang banyak hal selain media belajar di sekolah hingga jenjang perkuliahan. Saya sangat tertarik sekali dengan bapak proklamator kita, Ir. Soekarno yang terkenal akan ketegasannya dalam memimpin negeri ini. Keteguhan prinsip, berani, dan percaya diri merupakan ciri khas beliau yang sangat disegani dikalangan negara-negara lainya termasuk negara adidaya atau Amerika Serikat. Menakjubkkannya lagi yaitu kita dulu masih tergolong negara baru yang belum memiliki tatanan dan perlengkapan yang kompleks, dan dukungan dari banyak negara seperti sekarang tapi mampu menjadi sorotan dari negara-negara lainnya.
Namun sekarang, apa yang bisa dibanggakan setalah 68 tahun sesudah proklamasi kemerdekaan. Hari ini 17 Agustus 2013, mari kita tekadkan dan tanamkan pada hati kita yang paling dalam untuk berupaya selalu memberikan yang terbaik dari diri kita selaku warga negara Republik Indonesia. Jangan pernah mengeluh atas dasar apa yang negara berikan kepada kita akan tetapi, berfikirlah atas apa yang telah kita berikan untuk kemajuan negeri ini!
Tanah Air Pertiwi, Tanggung Jawab Kami!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar